Jumat, 09 September 2016

Burung Elang jawa / javan hawk-eagle
Elang jawa (Spizatetus bartelsii) merupakan burung endemik di Pulau Jawa. Elang jawa termasuk burung paling dilindungi setelah populasinya di alam liar liar mengalami penurunan tajam.

Pada tahun 2010, jumlah elang jawa tercatat hanya 325 pasang, yang tersebar di Gunung Halimun Salak, Gunung Gede Pangrango, Gunung Ciremai, dan beberapa gunung berapi di Jawa. Di Gunung Ceremai, misalnya, para ahli memperkirakan jumlahnya hanya tersisa lima pasang .

Elang jawa
Populasi elang jawa yang terus mengalami penurunan.


Elang jawa identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda, dan sejak tahun 1992 ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

Ciri-ciri fisik burung ini antara lain kepala berwarna cokelat kemerahan, dengan jambul hitam berujung putih, yang terdiri atas 2 – 4 helai bulu yang menonjol.

Tengkuk berwarna cokelat kekuningan, yang terkadang terlihat berkilau keemasan jika terkena cahaya. Sayapnya agak membulat dengan ujung sedikit menekuk ketika sedang terbang.

Kepalanya berukuran sedang dan proporsional, bentuk ekornya sedikit lebih panjang dari elang brontok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar