Sabtu, 10 September 2016

Burung Madu Kelapa 
Burung Madu Kelapa yang memiliki nama latin Anthreptes Malacensis adalah jenis burung madu yang penyebarannya tidak hanya ada di Indonesia akan tetapi terdapat juga di luar negeri. Di luar negeri burung Madu Kelapa tersebar di banyak negara Asia Tenggara seperti Myanmar, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sedangkan daerah-daerah yang ditinggali oleh burung Madu Kelapa di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
 
 
Begitu juga dengan ciri-ciri fisiknya yang memiliki perbedaan antara jantan dan betinya. Untuk yang jantan terdapat warna hijau kemilauan dibagian mahkota kepala dan punggungnya. Pada bagian pipi, dagu, dan tenggorokannya diselimuti oleh bulu yang berwarna kecoklatan gelap. Seluruh badan mulai dada, perut, hingga pangkal ekor berwarna kuning cerah. Dibagian sayap, tunggir, dan ekornya tampak berwarna ungu. Adapun untuk yang betinanya tampak berwarna hijau zaitun dibagian atas tubuhnya dan berwarna kuning muda terdapat dibagian tubuh bawahnya. Sedangkan ukuran tubuh untuk jantan dan betinya umumnya sama yakni sekitar 13 cm saja.
 Burung kacamata
Burung kacamata merupakan yang suka berkelompok bersama kawanannya baik dalam berburu makanan ataupun sekedar beristirahat banyak diketemukan tidak hanya di Indonesia melainkan di berbagai negara seperti negara-negara di Afrika, Asia, hingga ke bagian Asia tenggara. Di Indonesia sendiri burung kacamata tersebar di hampir seluruh daerah seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya nama burung kacamata di tengah-tengah masyarakat yang di antaranya siki nangka, cuit kacamata, mata puteh, keci, prencit, kerci, mata putih, cildas, dan masih banyak lagi.
 
Dalam penggolongan sukunya burung kacamata dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae dan nama dalam bahasa inggrisnya ialah oriental white eye. Saat berada di alam liar burung pleci atau si kacamata hidup berkoloni atau berkelompok dan banyak diketemukan pada hutan primer dan sekunder, hutan bakau, lahan perkebunan, dan pemukiman masyarakat. Saat berada di alam liar kawanan burung pleci atau kacamata mencari makanan di sela-sela rindangnya dedaunan, tumbuhan berbunga, dan di atas tanah. Jenis makanan yang umumnya disantap oleh kawanan burung kacamata ialah buah-buahan, nektar, dan serangga-serangga kecil.
Burung tui 
Dibandingkan dengan jenis burung isap-madu lainnya, atau keluarga Meliphagidae, tidak ada yang menandingi kecerdasan tui. Burung ini tak hanya mampu meniru suara burung lain, tetapi juga mampu “berbicara” sebagaimana burung beo.
Karakter unik lain dari burung ini adalah sering berbunyi pada malam hari, terutama jika malam bulan purnama. Hal ini mengingatkan kita dengan burung mockingbird yang juga sering bersuara pada malam bulan purnama.
Burung cerdas yang bisa dilatih bicara dengan sangat fasih
Tui, burung cerdas yang bisa dilatih bicara dengan sangat fasih.
Burung Jalak Thailand / Hongkong (Sturnus Nigricollis)
gambar burung jalak thailand hongkong

Sementara itu, jenis burung jalak yang terakhir dan sangat populer di Indonesia adalah jalak thailand. Burung yang juga kerap disebut dengan nama jalak hongkong ini juga mempunyai banyak sisi keunggulan dari segi kicauan dan perawakan. Bisa Anda lihat, ciri-ciri warna yang membalut seluruh tubuhnya juga cukup mudah dikenali. Punggungnya bewarna coklat, leher hitam dan pelipisnya bewarna kekuningan. Untuk selebihnya bewarna putih. Wilayah penyebaran paling banyak untuk jenis ini hampir terdapat di negara-negara kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar dan Thailand. Saat di alam liar burung ini mudah sekali berdaptasi dengan iklim, sebab ia menyukai tempat-tempat tropis maupun sub-tropis baik itu untuk mencari makan dan berkembang biak.
Burung Jalak Putih / Jalak Bodas (Acridotheres Melanopterus)
gambar burung jalak putih

Jalak putih atau juga dikenal oleh masyarakat Sunda dengan nama jalak bodas merupakan burung kedua dari keluarga Sturnidae yang juga dilindungi oleh pemerintah. Ciri khas warna putih dan hitam memang sudah sama dengan saudaranya yang ada di pulau Dewata. Hanya saja yang membedakan adalah warna kuning yang terletak di sekitar matanya. Jalak ini bisa tumbuh sampai 20 hingga 23 cm dan makanan kesukaannya juga relaif sama, yakni berupa buah-buahan, serangga kecil dan biji-bijian. Berpredikat burung endemik asli Indonesia, ia hanya bisa ditemui di berbagai pulau Tanah Air seperti pulau Jawa, Bali, Madura dan Lombok.
Burung Jalak Nias / Kerak Ungu (Acridotheres tristis)

gambar burung jalak nias


Meskipun berembel-embel nias, jalak nias bukan burung endemik asal Sumatera Utara melainkan nama tersebut hanya berupa istilah saja. Bahkan wilayah penyebaranya hampir menyeluruh ke berbagai negara kawasan Asia, Afrika dan Amerika. Burung yang juga dikenal dengan nama Kerak Ungu ini juga mempunyai potensi kicauan luar bisa. Tubuhnya didominasi warna cokelat kehitaman. Kepalanya bewarna hitam dan pada bagian sekitar matanya ada bercak warna kuning menyala. Di habitat aslinya ia bisa ditemui wilayah dataran di ketinggian 3000 meter (dpl). Jenis ini juga dikenal sebagai burung monogami yang selalu setiap pada setiap pasanganya. Saat memasuki masa reproduksi, ia akan membuat sarang di lubang-lubang pohon besar.


Burung Jalak Kerbau / Kebo / Penyu / Hitam  (Acridotheres javanicus)
gambar burung jalak kerbau

Jalak Kerbau atau lebih dikenal oleh masyarakat jawa dengan nama jalak kebo juga masuk dalam kategori jenis jalak yang populer. Sesuai dengan embel-embel julukan yang dibawanya, burung ini menyukai tempat-tempat ladang kerbau untuk mencari makan. Selain mencari makanan berbagai serangga kecil di lahan terbuka dan padang rumput, Ia juga gemar bertengger di punggung kerbau sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut. Sama dengan sejenisnya, tubuhnya berukuran sedang yakni rata-rata bisa tumbuh 20 – 25 cm. Di alam liar ia sering terlihat di ketinggian 1500 m (dpl) di sawah, kebun dan hutan-hutan mangrove. Burung ini hampir bisa ditemui di negara-negara asia bagian timur, mulai dari Bangladesh, Cina Selatan, Pulau Jawa hingga Sulawesi.